Friday , October 18 2019
Home / indonesia / Suhu Perang Dagang Meninggi, Wall Street Dibuka Terbakar

Suhu Perang Dagang Meninggi, Wall Street Dibuka Terbakar



Jakarta, CNBC Indonesia – The US Stock Exchange (AS) stock exchange has traded Selasa stocks, optimally investing stocks akan damai dagang jelang pertaining to AS-China stock exchange.

The Dow Jones Industrial Average (Dow Jones Index) dropped 254 points (-1%) at 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) and 271.25 points (-1.02%) at 30.20 points to 26.206 , 77. The Nasdaq index fell 96.7 points (-1.21%) to 7.858.83 while the S&P 500 index gained 35 points (-1.2%) to 2.902.64.

Saham-saham bourgeois bankers, ratings at about 1% of Citigroup Bank of America's J.P Morgan Chase. Saham Caterpillar dan Boeing juga anjlok lebih dari 1%. Saham blue chip in the tech sector juga memerah mulai from Facebook, Amazon, Apple and Alphabet.

Di pasar surat utang, imbal hasil (yield) SUN AS bertenor 10 has a sympathy of 1.52%.

Harian The South China Morning Post melaporkan China menurunkan ekspatasinya dalam pertemuan dengan AS on October 10. Wakil Perdana Menteri China Liu He-yang aku menjadi ketua my negotiator titled "utusan khusus," yang mengindikasikan bahwa dia tidak menerima instruksi khusus by Presiden Xi Jinping.

In China, AS has been relegated to China, with the help of voice-overs, artificial intelligence / artificial intelligence (AI), and the ability to control the sound of the voice-over-propagated sounds in the kawasan Xin Jiang.

Tidak hanya itu, Bloomberg melaporkan bahwa Gedung Putih berencana membatasi perusahaan dana pensiun (dapen) milik pemerintah dari menginvestasikan dananya untuk membeli saham di emiten China.

Negara Adidaya tersebut berencana menaikkan tariff terhadap produk impor by China senilai US $ total $ 250 milliard, 25% menjadi 30% tepat pada tanggal 15 October. The President AS Donald Trump mengatakan kenaikan itu berlaku jika tak ada kemajuan dalam negosiasi.

"Pembicaraan dagang antara AS-China menjadi perihatian paling utama pekan ini. Paseng mengepasikasan sebentuk kesepakatan untuk tak mengenakan tarif baru," penned the The Sevens Report Tom Essaye, dalam laporan risetnya sebagaimana dikutip CNBC International.

Kedua negara voices perekonomian tunesar dunia ini telah mengenakan tarif senilai milliard dollar sejak 2018, yang memporakporandakan pasar saham dunia karena men pertumbuhan ekonomi dunia.

Dari sisi data economics, harga produsen AS tercatat anjlok terparah dalam delapan bulan terakhir pada September, terseret pelemahan biaya barang dan jasa. The Federal Reserve melonggarkan kebijakan moneternya harga produsen merupakan indicator inflasi sehingga pelelemahan tersebut berpotensi mendorong.

TIM RISES CNBC INDONESIA



(ags / ags)



Source link