Friday , October 18 2019
Home / indonesia / Mirage in Bulan, Peneliti Temukan Air yang Direct Asteroid

Mirage in Bulan, Peneliti Temukan Air yang Direct Asteroid



Pada Maret tahun ini, ilmuwan NASA menemukan bukti kandungan air yang bergerak di permukaan Bulan. Penmuan menakjubkan ini merupakan tema misi a NASA voice technologist Lyman Alpha Mapping Project (LAMP).

Namun, menurut badan antariksa pemerintah America Serikat itu, midki ada air diwali bulan, bentuknya hanya ada dua: membeku sebagai hamparan es yang berada di sisi gelap decat kutub dan sebagai air molecule yang tersebar di permukaan di buluka regolith atau lapisan endapan superfisial longgar yang menutupi batuan padat, termasuk debu, tanah, batu pecah, dan bahan terkait lainnya dan hadir di Bumi, Bulan, Mars, asteroid beberapa, and planet terrestrial lain).

Ketika permukaan Bulan memanas, molecule-molecule air melepaskan and men temp lain yang lebih dingin, sampai suhu di tempat semula kembali dingin. NASA does not have data available for the Lunar Reconnaissance (LRO) yang telah satellite alumi satellite boom since 2009.

With LRO adalah ultraviolet (UV) spectrographs, the yang merupakan have been used to exclude UV light (matahari) yang terpantul from the Bulan permacan. Demikian seperti dikutip dari Live Science, Kamis, 14 Mar 2019.

The sounds are muted by the UV yang dipantulkan ke dalam panjang gelombang yang barbad, alat tersebut menciptakan spectrum yang barbah bar, releasarkan pada jenis bahan yang terkena sinar terlebih dahulu. Ketika air hadir, LRO mendeteksi spectrum cahaya yang berbeda.

Pada siang hari, permukaan Bulan memanas, dengan suhu puncak sekitar tengah hari di Bulan. Akibatnya, the molecule of air melepaskan directly regolith (tanah bulan), menjadi gas dan bermigrasi ke daerah yang lebih dingin, in the sense of stable lebih – the daerah dingin di permukaan Bulan atau naik ke atmosphere.

Kemudian di hari itu, ketika suhu turun lagi, molecule-molecule air kembali ke temula semula dan menyatu lagi ke permukaan regolith. NASA's timelapse charts provide information that is active in the search for data in the cloud and data on the Bulan.

Terlebih lagi, data from LRO menyodorkan sebuah theory tentang bagaimana molecule air muncul di Bulan. Satu gagasan menyatakan, hydrogen ion from badai matahari menghujani bulan, have been tested for oxygen content by oxygen oxide besi di regolith, kemudian membentuk air molecule atau H2O.


Source link