Friday , October 18 2019
Home / indonesia / Menopause Pada Pria, Or Bedanya Dengan Wanita? Halaman all

Menopause Pada Pria, Or Bedanya Dengan Wanita? Halaman all



KOMPAS.com – Istilah menopause selama ini hanya lekat dengan wanita. Tapi, tahukah kamu jika menopause pada pria juga bisa terjadi?

Sebenarnya, penggunaan istilah menopause bagi pria hanya dilakukan untuk mempermudah penggambaran, dan bukan merupakan suatu diagnosis pasti.

Sama seperti wanita dengan masa menopause-nya, pria juga mengalami adanya penurunan produ sex hormone, atau testosteron dalam hal ini.

Meski begitu, tanda yang muncul saat seorang pria memasuki masa “menopause”, the meaning of themita.

Seiring bertambahnya usia, pria dan wanita sama-sama akan mengalami penurunan produce sex hormone in tubuh. Namun, pros yang dilalui pria dan wanita sangatlah berbeda.

Secara medis, tidak ada istilah menopause pada pria. Sehingga, gejala-gejala yang muncul, disebut dengan istilah lain, seperti andropause, androgen decline in the aging male (ADAM), seronegative hypogonadisme sounds onset.

Memasuki usia menopause, wanita akan kehilangan kemampuannya untuk bereproduksi. Namun tidak demikian halnya pada pria. Selain itu, beriku ini beberapa hal yang membedakan antara menopause pada pria dan wanita.

Hormone production

Sex hormone production pada pria, testosterone therapy, menopause secara, yang dimulai sejak usia 30 tahun. Sementara itu pada wanita, estrogen hormone production akan turun secara drastis begitu memasuki usia 40 tahun.

Production of spermatozoa

Meski production of testosterone menur, sperm production tidak akan berhenti. Sebaliknya, memasuki usia menopause, prodsi sel telur padada wanita akan benar-benar terhenti.

They all have menopause, pria tidak

Memasuki usia tertentu, wanita pasti akan mengalami menopuse. Namun, hanya sekitar 2% pria yang mengalami gejala-gejala seperti menopause, saat mulai memasuki usia tua.

Tanda-tanda “menopause” pada pria

Saat seorang pria mengalami penurunan produksi testosteron, ada banyak gejala yang akan muncul, baik secara noble, mental, sexual maupun. Beriku ini tanda-tanda menopause pada pria, yang perlu dikenali.

  • Erectile dysfunction
  • Gairah berkurang sexual menjadi
  • Infertilitas atau gangguan kesuburan
  • Lemak tubuh semakin menumpuk
  • Kepadatan tulang berkurang
  • Lemas, tubuh terasa tidak berenergi
  • Dada atau payudara membesar (ginekomastia)
  • Massa otot berkurang
  • Sering merasa sedih, bahkan depressi
  • Berkurangnya motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari
  • Sulk berkonsentrasi
  • Turunnya kepercayaan diri
  • Insomnia

Selain tanda-tanda di atas, pria juga mungkin akan mengalami kerontokan rambut-rambut di badan, berkurangnya ukuran testis, dada menjadi bengkak, dan sering merasa kepanasan tiba-tiba.

What is the prognosis of menopause?

Saat pria memasuki usia 30 tahun, secara perlahan, testosterone production akan mulai menurun. Namun, gay menopause yang muncul pada pria, sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh hormone.

Pasalnya, tidak semua pria mengalami menopause. Meski demikian, penurunan hormone testosterone product terjadi pada semua pria.

Menopause pada pria sebenarnya adalah kondisi yang complex. Kondisi ini, juga erat kaitannya dengan riwayat penyakit lain seperti penyakit jantung, obesitas, diabetes type 2, dan tekanan darah tinggi. Pada pria yang mengalaminya, gejala yang muncul pun bisa berbeda-beda.

Hal di atas menggambarkan bahwa hormone bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi menopause pada pria. Factor risk, high risk of seizure, diarrhea in the stomach, meningkatkan kemungkinan pria mengalami menopause.

  • Kurang olahraga
  • Kebiasaan morocco
  • Sering minum alcohol
  • Stress
  • Gangguan kecemasan
  • Kurang tidur

Cement, it erupts the yang juga bisa menandakan seorang pria terkena menopause, disebabkan oleh gangguan di pembuluh darah maupun saraf.

Beberapa pria juga mengalami crisis paruh baya, yang membuat khawatir berlebihan terhadap karier dan pencapaian mereka di usia tersebut. Kondisi ini bisa menjadi pemicu depressi, yang juga merupakan penyebab utama munculnya gejala fisik menopause pada pria.

Sebenarnya, jika tanda-tanda menopause pada pria tersebut tidak terlalu mengganggu kegiatan sehari-hari, maka tidak diperlukan perawatan tertentu. Namun, jika dirasa mengganggu, dapat memeriksakan kondisi ini ke doctor.

Sebelum memulai permatan, doctor akan mengambil sampel darah untuk diperiksa, guna mengetahui kadar testosteron di tubuh. Perawatan yang paling umum untuk kondisi ini umumnya adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Juga tax: Seputar Masa Subur Pria yang Penting Kita Pahami

Mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta meredakan stress, dianggap dapat membantu mengembalikan produksi testosteron.

Jika kondisi ini menyebabkan depressi, doctor juga akan meresepkan obat antidepressan, serta menyarankan how to therapy.

Berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi ini, memang bukan hal mudah. Masih banyak pria yang menganggap, berkonsultasi ke doctor septar kehidupan sexual adalah hal yang memalukan.

Namun, langkah inilah yang paling effectif untuk membantu mengembalikan kebahagiaan bersama pasangan. Sehingga, cobalah untuk ubah pemikiran tersebut perlahan-lahan, demi mencapai hidup yang lebih sehat dan bahagia.


Source link