Wednesday , November 20 2019
Home / indonesia / Mamot Terakhir in Bumi Mati 4,000 Tahun Lalu

Mamot Terakhir in Bumi Mati 4,000 Tahun Lalu



Jakarta, CNN Indonesia – Studi terbaru mengungkap populasi mamot berbulu terakhir yang ada di Boom diperkirakan punah sectah 4,000 tahun lalu. Mamot berbulu (Mammuthus primigenius) ini sebelumnya berhasil bertahan hidup hingga periodode zaman es berakhir.

Hasil penelitian mencat populasi mamot berbulu ini mendiami Pulau Wrangel, Samudra Arctic di Laut Chukchi dan Laut Siberia Timur. Kondisi habitat membuat mamot hanya menghabiskan energi yang lebih sedikit.

Sementara mamot Siberia menghabiskan energi untuk membakar cadangan lemak untuk bertahan hidup saat musim dingin extreme.

Tulang, gading, and gigi mengungkap mamot berbulu Pulau Wrangel ini memiliki perbedaan jenis voices structure tulang mamot berbulu, gading, and gigi yang dikumpulkan in Canada, Alaska, and Siberia.

Structure and composition in the mangyikasikan adanya perubahan pola makan, habitat, dan lingkungan yang memengaruhi umur mereka. Hal ini pula yang membuat populasinya bisa bertahan menghadapi perubahan iklim dibandingkan populasi mamot lain.

Mengutip CNN, fossil mammoths in Pulau Wrangel ini memiliki kandungan sulfat tinggi. Jika mamot lain punah akibat kehilangan habitat dan kekurangan pasokan makanan, kandungan sulfat menunjukkan mamot Wrangel punah akibat meminum air yang telah tercemar.

Disamping itu, extreme caterpillar hujan dan salju yang melapisi tanah disebut juga membuat kesehatan mamot Wrangel menurun. Para peneliti memperkirakan perubahan cuaca extreme membuat mamot kesulitan mencari makan hingga membuat mereka kelaparan.

Manusia disebut juga berperan membuat mamot Wrangel punah. Bukti awal menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas mamot oleh yang menghuni Pulau Wrangel.

Hewan besar yang diperkirakan memiliki tinggi 3.5 meter ini diperkirakan memiliki ukuran yang tak jauh berbeda dengan gajah Asia modern saat ini.

Berakhirnya zaman es menyebabkan seluruh lapisan es in dunia mencair hingga meningkatkan ketinggian air es dan menenggelamkan daratan. Hewan besi inperformer punah dari daratan Euroasia dan Amerika Utara di akhir zaman es atau sekitar 12 ribu tahun lalu.

[Gambas:Video CNN] (ndn / evn)


Source link