Monday , June 14 2021

6 Perbedaan Lukisan Dinding Tertua di Kalimantan dan Sulawesi



KOMPAS.com – Laporan yang terbit di jurnal Nature mengatakan, lukisan dinding gua berupa banteng liar yang ada di Lubang Jerry Saleh, area karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur berusia 40,000 tahun dan menjadi lukisan dinding gua tertua di dunia.

The gamma cadastre of about 320 meters from the map can be seen only by the prediction of the cadastre of the terraces, which is the most important part of the Sulawesi guild.

Maxime Aubert of the Griffith University, an archaeologist who has been working in the field of Kalimantan and Sulawesi mengatakan, has a figure of 5,000 in total and has been dibanding for the Maros, Sulawesi. Lukisan gua berupa babi rusa itu diprediksi berusia 35.000 tahun.

Lantas, apa beda keduanya?

Baca juga: Lukisan Dinding Tertua Ada di Gua Kalimantan, Bentuknya Mirip Banteng

Terkait hal tersebut, Pindi Setiawan is the only one that can be found at the time when the Teknik Bandung Institute (ITB) Institute of Technology is dropping off at Kompas.com, and it's time to get rid of the crazed dinding of it. Berikut rangkumannya:

1. Mass pembuatan

Kedua lukisan gua yang ada di Kalimantan dan Sulawesi merupakan hasil karya yang dibuat di zaman es.

2. Material pembuatan gambar

Lukisan dinding gua yang ada di Sulawesi and Kalimantan terbuat dani o jenis hematit.

3. Gaya menggambar

This is the place where you can visit the Sulawesi district, where you can find a place to visit in Sulawesi.BBC This is the place where you can visit the Sulawesi district, where you can find a place to visit in Sulawesi.

The monthly dibuat of the masses is dengan material yang sama, keduanya memiliki gaya penggambaran yang berbeda. Hal ini terlihat jelas pada gambar cap tangan dan gambar hewan.

Menurut Pindi, a gambler hewan yang ditemukan di Maros, Sulawesi, is not a diwarnai penuh tetapi diarsir.

Hal tersebut berbeda dengan temuan gambar banteng liar di Kalimantan, yang menurut Pindi orang purba di masa larawan mewarnai gambar tersebut penuh dan tidak diarsir.

Kemudian, cap tangan di Kalimantan banyak yang digabungkan dengan bentuk lain. Misalnya, di bagian telapak tangan pada gambar diberi goresan garis, digambari hewan, atau orang.

Hal ini berbeda dengan cap telapak tangan Sulawesi yang polos.

"Kemudian yang di Kalimantan, gambar cap tangannya seperti diatur. Telapak tangan (dibuat) berjejer seperti tari kecak, ada yang satu deret (berisi) 30 (cap tangan). Di Maros juga ada yang dikomposisikan seperti itu, tapi jarang," imbuhnya.

"(Lukisan dinding) yang di Kalimantan memang cenderung lebih senang mengkomposisikan cap tangan".

4. Bentuk cap tangan

Photo yang dirilis jurnal Nature, October 8, 2014, has been renamed the tangan ditemukan di dinding gua di Karst Maros karst, Sulawesi Selatan. Around 35,000 people, menunjukkan bahwa Eropa do not want to be bothered by the darkness.AFP PHOTO / NATURE / CHINESE RISE Photo yang dirilis jurnal Nature, October 8, 2014, has been renamed the tangan ditemukan di dinding gua di Karst Maros karst, Sulawesi Selatan. Around 35,000 people, menunjukkan bahwa Eropa do not want to be bothered by the darkness.

Kalau orang Kalimantan kuno han senang menghiasi cap tangannya dengan gambar lain, orang Sulawesi kuno cenderung suka menggambar cap tangan yang running di bagian kuku.

"Jadi seperti kuku yang panjang. Di Kalimantan, beberapa cap tangan juga ada yang runcing, tapi tidak sebanyak yang di Maros," ujar Pindi.

5. Bentuk hewan

Banyak gambar hewan purba yang ditemukan di lukisan dinding gua Kalimantan dan Sulawesi.

Namun, hewan di kedua locasi berbeda jenis, tergantung pada habitat aslinya.

Misalnya, di Kalimantan lebih banyak ditemukan gambar hewan-hewan besar seperti banteng, beruang, babi hutan, rusa, dan tampir.

Sementara di Maros binatangnya hanya anoa dan babi hutan khas Sulawesi yang bentuknya berbeda dengan di Kalimantan.

6. Gambar tumbuhan

"Kemudian kalau di Kalimantan, dia menggambar sarang madu dan sarang lebah, di Maros sampai sekarang kita belum menemukan daun-daunan dan sarang lebah," ujarnya.

Baca juga: Apa yang Anda Lihat pada Gambar Ini Mengindikasikan Usia Anda

Menurut Pindi, which is a time-consuming family tree, is a part of the library, which is where the masking site is located.


Source link